Wednesday, January 09, 2008

Kata-kata ibu

Delapan tahun lalu, saya pernah mendengar kata-kata yang sebenarnya sudah biasa saya dengar, tapi beda sekali ketika itu diucapkan ibu saya.

Ceritanya, waktu itu sebagai anak kampung untuk pertama kali saya berstatus sebagai mahasiswa di kota besar, Bandung. Lima hari saja saya di sana, belum juga masuk kuliah, saya berniat untuk mengurungkan niat saja sekolah di sini. Dan saya mengangkat telepon, memberanikan diri menjilat ludah sendiri dengan mengatakan kepada ibu saya bahwa saya ingin kuliah di tempat semula saja, di Malang. Biarlah kuliah di tempat yang biasa-biasa saja asalkan hati nyaman, banyak teman. Begitu pikir saya.

Lalu ibu saya menangis. Saya tahu, beliau awalnya tidak begitu suka saya kuliah di Bandung. Dan pastinya kabar dari saya ini membuatnya gembira karena artinya saya akan pulang segera. Tapi di tengah isak tangisnya itu, beliau mengatakan, "Kalau gitu, berarti kamu sudah kalah sebelum berperang."

Seperti geledek, seperti pintu pulang yang telah ditutup, seperti tolakan keras permohonan untuk pulang. Kata-kata itu menjadi inspirasi hingga sekarang. Ibuku senang aku pulang, tapi sekaligus sedih kalau aku ternyata sebegitu lembek menghadapi tantangan hidup. Dan ibuku memilih tidak membukakan pintu untukku pulang ke rumah. "Terbang ... terbang ... jangan pulang sebelum menang"

Ah, padahal Bandung - rumah itu naik bis hanya semalam. Masih dalam satu pulau. Tapi begitulah, waktu itu terasa jauh sekali. Sekarang pun kadang-kadang masih terasa jauh. Bukan karena jarak, tapi terutama ketika saya ingat ibu yang sekarang sendirian di rumah. Hm ... doa anakmu sepanjang jalan, Bu.

No comments: