Tuesday, October 17, 2006

semua orang cari inis ebenarnya

Iseng-iseng, malam-malam, mak bedunduk kok mikir tentang tawakal. Di tengah kehidupan yang keliatannya serba cepat: siang penuh asap, orang berkeringat, motor di sela-sela mobil yang macet tidak karuan, gedung-gedung tinggi, deru AC, Cipularang yang kencang, pekerjaan, ombang-ambing keinginan, deal-deal bisnis, hutang usaha, tagihan, kewajiban, proyek .... lalu muncul sebuah pertanyaan yang aku kira - kalau bisa menjawabnya - kemudian menerapkannya, sepertinya akan tenang deh:

Seperti apa sih konsep tergantung hanya pada Allah?
Apa tidak butuh orang lain?

Aku belum dapat jawabnya, kecuali seberkas kesejukan ketika mendapati bahwa (ini idealnya):

ketergantungan itu letaknya di hati. Sekamar dengan ikhlas, seruang dengan tawakal.

Tergantung hanya pada Allah itu inti dari aqidah.

Harapmu tak ada yang lain kecuali Allah memenuhi segenap ruang obsesimu
Nafsumu tak ada yang lain kecuali berjumpa dengan Allah di tempat yang dijanjikannya,
Allah menjadi segala obsesimu,
Janji Allah terus mengiangi segenap isi otakmu.

Allah tak pernah luput apalagi lupa janji,

Kakimu menginjak tanah, hatimu menggapai-gapai langit.
Kamu negosiasi sama orang, tapi menyerahkan hasilnya kepada Allah

Hanya Allah, yang kau tak akan capek ketika mengiba-iba,
Hanya Allah yang kau tak akan kecewa meminta-minta.

No comments: