baru saja telepon-teleponan dengan lik yati di banyuwangi. dia yang inlok ke sini (jkt).
perbincangannya seputar kebingunnya di mana lebaran mau ngumpul.
kalau tempat ngumpul jelas di malang. tapi masalahnya, mobilnya lagi ngadat. berangkat naik angkutan dengan seluruh anggota keluarga tentu saja faktor ongkos jadi pertimbangan. lagi pula, sebenarnya tanggal 12 november mas ari nikahan di surabaya, tanggal 13-nya 100 hari dek siska di tuban. artinya, masih di bulan syawal yang sama pasti akan ada kumpul2. satunya lebaran, satunya acara mas ari dan de siska di tuban.
meme, katanya juga bingung.
lho kok sama bingungnya ya? aku juga bingung.
yang jadi pikiran adalah yi dan kung. beliau2 sudah sepuh. riskan sekali. rasanya pasti akan membahagiakan sekali kalau bisa kumpul2. reunian. menyenangkan beliau berdua. sholat ied sama-sama, sungkeman. duh, hangat rasanya.
terus apa jadinya kalau anak cucunya pada ga bisa kumpul? apalagi, katanya tanggal 20 lik wat melawat ke beijing, seminggu. berarti lebaran di sana.
teringat tadi siang chat sama mba ira. kami sempat menyinggung soal kung. katanya "beliau selalu membanggakanmu" .. "matanya selalu berbinar bila membicarakanmu" .. dan, "tapi sekarang sering anget badannya" .. "maklum sudah sepuh".
duh, tak tahan aku.
belum tentu tahun depan kami masih bisa berkumpul. usia tak ada yang tahu. kalau aku duluan yang kepundut mungkin aku ndak merasa sedih (ga sedih gimana maksudnya?), tapi kalau kung atau yi? kalau bisa kumpul pun, mumpung sekarang smua pada sehat.
dilema.
ke sana juga butuh dana.
bulan depannya balik lagi.
sungguh bingung.
istriku bingung ga ya?
mungkin bingun juga, bingung kalau aku ajak mudik (hehe, karena dia inginnya lebaran di garut dulu ..) (maklum, ini lebaran pertama kami)
Friday, October 13, 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment