Wednesday, September 20, 2006

ritme jakarta

di jakarta, orang kerja berangkat hampir tak pernah telat. tapi pulangnya hampir pasti telat. mungkin alasannya jamak, pulang jam pulan kerja jalanan pasti macet. lama-lama mungkin itu jadi kebiasaan. dan ada semacam perasaan aneh kalau pulangnya kecepetan (tepat waktu). so, rumah hanya singgah saja. kalau sudah ada istri, bagaimana ya perasaan istrinya di rumah? masihkah seperti istriku yang setiap hari harap-harap cemas menantiku pulang, dan sedikit tidak bisa menutupi kegundahgulanaan hatinya kalau aku telat pulang?
masihkah di jakarta ada home sweet home? aku harap masih ada. dan banyak.
mudah-mudahan di sini para suami semakin cinta istrinya (cinta sebanding lurus dengan usia pernikahan, semakin lama semakin cinta). demikian pun istri semakin cinta suaminya.

jadi teringat bincang-bincang sambil makan nasi bungkus tadi siang bareng teman. "wajar saja ya, di jakarta semua pemuas nafsu tersedia luas. kebutuhan "rohani" bisa disalurkan di jalan-jalan, di keremangan, di hingar bingarnya bunyi-bunyian, di deretan botol-botol dan gelas-gelas, dan di sela-sela derai tawa yang cekikikan di mana saja".

untuk rekan2 yang masih sangat cinta keluarganya. semoga konsisten.

No comments: