belakangan saya suka sekali membuka-buka sebuah situs blog tetangga. Namanya negeri-senja.com. entahlah, saya seperti akrab sekali dengan tulisan-tulisannya. Tentang jakarta (meskipun saya jarang sekali ke sana dan setengahnya agak malas kalau nanti harus tinggal di sana), tentang suasana kantornya, tentang Solo (yang saya menganggapnya tidak terlalu berbeda dengan Yogya, dan Yogya bagi saya adalah cinta). Lalu tentang seperempat abad.
Saya sekarang 25 tahun. Dan masih saja merasa belum sehebat seharusnya. Belum hebat, kalau dibandingkan dengan Bung Karno yang di usia ini sudah keluar masuk penjara, belum hebat kalau dibandingkan dengan tren sukses dan kaya jaman sekarang yang biasanya dimulai usia 25 tahun. Saya? Rasanya belum seberapa. Meskipun di usia 24 kemarin paling tidak sudah mempunyai satu tugu peringatan berupa keberhasilan membuka bisnis dan sudah bisa menggaji karyawan sebanyak 6 orang (berhasil membuka belum tentu berhasil menjalankan dan memertahankan, bukan? .. tapi saya ingin sekali bisnis ini bisa membuahkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi kami semua. Amin).
lalu, 25 tahun semestinya saya sudah lama lulus. Bekerja sebagai profesional di sebuah kantor yang bisa membahagiakan Bu'e dan Bapak, dan sederet pelapis dunia lainnya.
Tapi, saya belum juga menemukan yang paling bisa saya banggakan saat ini. Apakah saya harus bertanya, normalkah perjalanan saya ini? Tapi saya pikir normal saja. Karena saya banyak melihat orang yang berusia lebih tua dari saya sifatnya masih seperti anak-anak, sangat labil dalam emosi, dan pendek sekali jalan pikirnya. Lhah, pendek? Bukankah saya juga pendek? Ha ha ...
Dan seharusnya saya selesai kuliah agustus ini. Lalu memilih jalan yang harus saya pilih: fokus berbisnis atau membuat lamaran pekerjaan sesuai bidang saya di kuliahan. Atau, memilih hidup di dua kuadran!
Tapi entahlah, untuk sekadar lulus rasanya seperti mission imposible saja. Akhir Juli nanti harus selesai skripsi, dan sekarang saya masih kerja praktek? Oh, how can I do.
Dan saya berpikir lagi. Wajarkah ini, 25 tahun masih berkutat dengan hal-hal ini saja?
terimakasih untuk juru warta perempuan yang memiliki blogg negeri-senja, Atta. saya suka tulisan-tulisan Anda, lumayan bisa mengobati kangen buku2nya SGA yang sudah habis saya baca semua. tapi saya kira, anda tak ingin disamakan dengan SGA. karena Atta, ya Atta.
Monday, July 11, 2005
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment