"Aku ingin mencintaimu secara sederhana ..." [..]
Tak sanggup kutuliskan apa-apa tentang ini. Padahal dulu aku terlalu membuatnya biasa. Cinta. Di mana. Apakah. Siapa. Kenapa aku menjadi sangat pusing sekarang begitu mendengar kata itu. Lidah kelu, jemari kaku, hingga tak ada terucap atau terketik. Kenapa aku tidak seperti dulu, menyimpulkan cinta lalu menusukkannya kepada yang aku anggap harus kumasukkan cintaku padanya. Kenapa aku menjadi tidak sederhana dalam mencintai, seperti ketika dulu semua cinta tampak seperti transaksi, aku ingin-aku kejar, aku mau-aku tembak langsung. Sederhana. Dan sekarang!!
Adakah kepada siapa aku bisa belajar.
Monday, November 29, 2004
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment